Minggu, 16 Desember 2018

Bahagia Dengan Berbagi Dalam Perbedaan

Posted by on Minggu, 16 Desember 2018
Berbeda itu merupakan hal yang wajar dan tidak asing lagi bagi kita. Perbedaan adalah suatu keindahan yang perlu dijaga dan belajar dari perbedaan itu. Ada begitu banyak hal yang dapat kita temui dalam perbedaan. Baik itu secara status sosial maupun secara penampilan fisik.
Dalam keseharian kita, selalu kita jumpai ada begitu banyak orang-orang kaya. Namun tidak sedikit juga kita menjumpai orang-orang miskin. Ketika ada orang kaya dan orang miskin bertemu, disitu kita akan temui yang disebut perbedaan. Dan dalam perbedaan itu muncul keindahan.
Orang-orang kaya biasanya dengan mudah mendapatkan hal yang mereka inginkan. Berbeda dengan orang miskin. Untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, mereka harus berjuang begitu keras. Jangankan merasakan kemewahan baik itu secara penampilan maupun kemewahan dalam makan minum, memperoleh pendidikan yang layak saja sangat sulit. 
Mereka belajar dengan kondisi seadanya, dengan fasilitas yang sangat terbatas. Sumber belajar yang mereka gunakan juga sangat terbatas.
Saat ini Indonesia sudah menggunakan Kurikulum 2013, namun masih ada saudara-sauadara kita yang belajar menggunakan buku pelajaran Kurikulum Berbasis Komepetensi (KBS). Tempat belajar mereka juga tidak layak karena masih menggunakan ruangan darurat.
Kalau kita berkunjung ke daerah pelosok-pelosok kita akan menjumpai kondisi-kondisi seperti itu. Salah satunya adalah di TRK SDK Yaswari Enoana. Sekolah ini terletak di desa Elo kecamatan Fatukopa kabupaten Timor Tengah Selatan provinsi Nusa Tenggara Timur.
Adik-adik kita sebelumnya harus menempuh jarak 12 kilometer untuk bisa mendapatkan pendidikan. Namun karena keinginan mereka untuk dapat bersekolah sangat tinggi, didukung oleh orang tua mereka, akhirnya dari pihak Gereja Katolik membantu mereka untuk mendirikan sekolah kelas jauh.
Walaupun belajar dengan kondisi seadanya, dengan hadirnya TRK ini cukup meringankan beban adik-adik kita yang ada disana. Dan saat ini dari Persatuan Mahasiswa Amanuban Timur Fatukopa Fatumolo (PERMATFFA) Kupang, telah membantu melalui pendonasian buku layak belajar bagi mereka. Hal ini tentu membantu adik-adik yang punya mimpi besar. 
Saat ini Indonesia mempersiapkan diri untuk menyambut revolusi industri 4.0, tetapi jangan sampai hanya masyarakat di kota saja yang dipersiapkan dan melupakan masyarakat yang ada di pedesaan. Kondisi ini butuh perhatian dari semua pihak, baik dari Pemerintahan, Gereja, LSM, Organisasi Mahasiswa maupun dari pribadi yang ingin berbagi. Karena dengan berbagi kita akan mendapatkan keindahan dari perbedaan dan juga turut merasakan apa yang dirasakan sesama kita.*



Salam hormat Pengejar Mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimana tanggapan Anda?

Apakah ada ide, atau masalah yang ingin dibahas?
Tuliskan pada kolom komentar.